Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, semakin banyak orang yang melihat emas sebagai pilihan investasi yang aman. Emas telah lama dikenal sebagai instrumen “safe haven”, yang dapat menjaga nilainya meskipun pasar saham dan mata uang mengalami gejolak.
Namun, bagi calon investor, muncul pertanyaan yang cukup penting: apakah lebih menguntungkan untuk berinvestasi dalam emas fisik atau emas digital? Perencana keuangan Andy Nugroho memberikan beberapa panduan agar Skandis dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.
1. Kenali Gaya Investasi
Jika Skandis termasuk tipe yang merasa lebih nyaman dengan melihat dan memegang langsung aset investasi, maka emas fisik bisa menjadi pilihan yang tepat.
“Ada beberapa orang yang merasa harus melihat langsung dan memegang barangnya secara fisik. Dalam hal ini, membeli emas di butik emas bisa menjadi solusi yang pas,” jelas Andy kepada Kompas.com pada Minggu (13/4/2025).
2. Emas Digital: Pilihan Praktis dan Fleksibel
Bagi Skandis yang tidak ingin repot menyimpan emas fisik, emas digital bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Dengan bantuan aplikasi online, kini Skandis bisa membeli emas kapan saja dan bahkan mencicil pembeliannya.
“Misalnya, Skandis ingin membeli emas 2 gram, tetapi belum memiliki dana penuh, emas digital memungkinkan Skandis untuk mencicilnya. Selain itu, investasi emas secara digital jauh lebih efisien dan efektif,” tambah Andy.
3. Pertimbangkan Biaya Tambahan dalam Pembelian Emas Fisik
Emas fisik umumnya disertai dengan biaya tambahan seperti biaya cetak dan penyimpanan (seperti membeli brankas). Di sisi lain, emas digital lebih murah karena tidak memerlukan biaya cetak—meskipun ada biaya tambahan jika Skandis ingin mencetaknya atau menyimpannya secara fisik.
“Membeli emas digital sedikit lebih murah karena tidak ada biaya cetak. Namun, jika Skandis ingin mencetak atau mencairkan emas digital menjadi emas fisik, tetap ada biaya yang perlu dikeluarkan. Selain itu, jika memilih untuk menyimpan emas digital dalam brankas, ada biaya tambahan yang perlu diperhitungkan,” ujar Andy.
Baik emas fisik maupun digital, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Skandis bisa memilih sesuai dengan kenyamanan, tujuan investasi, dan kemampuan finansial yang dimiliki. Yang terpenting, mulailah berinvestasi dari sekarang, karena langkah pertama dalam investasi adalah yang paling menentukan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Investasi Emas? Menurut Andy, waktu terbaik untuk berinvestasi adalah sekarang juga.
“Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa kemarin sudah terlambat untuk berinvestasi, hari ini adalah saatnya untuk memulai,” kata Andy.
Andy juga menilai bahwa memilih investasi emas Antam saat ini merupakan langkah yang bijak. Dalam setahun terakhir, keuntungan yang didapat dari penjualan emas Antam tercatat mencapai 32,48 persen.
“Masyarakat kini semakin sadar pentingnya berinvestasi dan mulai menyadari bahwa emas logam mulia adalah instrumen investasi yang menjanjikan,” tambah Andy.



