Menghadirkan tanaman hias dalam ruangan tertutup dapat memberikan sentuhan alami yang menenangkan sekaligus mempercantik tampilan interior.
Meski semua tanaman membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis, ternyata banyak jenis tanaman yang mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik di tempat bercahaya rendah, bahkan di ruangan tanpa jendela. Dengan bantuan pencahayaan buatan seperti lampu LED atau lampu neon, tanaman-tanaman berikut ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk Skandis yang ingin menghijaukan ruangan minim cahaya.
1. Philodendron
Tanaman tropis satu ini dikenal fleksibel dan tahan terhadap lingkungan yang minim cahaya. Philodendron berasal dari habitat hutan hujan yang sering kali redup dan teduh, menjadikannya pilihan ideal untuk ruangan tertutup.
Philodendron cocok ditempatkan di meja kerja, rak buku, atau sudut ruangan untuk memberikan sentuhan hijau yang menyegarkan. Namun, penting untuk diketahui bahwa bagian batang dan daunnya bersifat toksik bagi hewan peliharaan, jadi pastikan tanaman ini berada di tempat yang aman.
2. Lidah Mertua
Lidah mertua, atau dikenal juga dengan nama Sansevieria, sangat tangguh dalam berbagai kondisi ruangan. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik di area tanpa jendela karena mampu memanfaatkan cahaya buatan sebagai sumber energi fotosintesisnya.
Selain perawatannya yang sangat mudah, lidah mertua juga tahan terhadap kekeringan. Skandis tidak perlu sering menyiramnya, sehingga cocok untuk yang memiliki kesibukan tinggi.
3. Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia)
Tanaman ZZ menjadi favorit karena daya tahan dan penampilannya yang elegan. Daunnya tebal dan berkilau, mampu menyimpan air dalam jumlah cukup untuk bertahan di lingkungan kering dan minim cahaya.
Walaupun pertumbuhannya lebih lambat di ruangan gelap, tanaman ini tetap sehat dan estetis. Tanaman ZZ sangat cocok bagi Skandis yang memiliki aktivitas padat dan sering lupa merawat tanaman.
4. Sirih Gading (Pothos)
Tanaman merambat ini dikenal dengan daunnya yang berbentuk hati dan warna yang menarik, baik hijau polos maupun variegata. Sirih gading sangat adaptif dan mampu tumbuh dengan baik meski hanya mengandalkan cahaya dari lampu ruangan.
Pertumbuhannya yang cepat memungkinkan Skandis untuk menggunakannya sebagai dekorasi dinding, rak gantung, atau tanaman gantung yang mempercantik langit-langit ruangan.
5. Bromeliad
Bromeliad merupakan tanaman berbunga yang unik dan berasal dari kawasan tropis. Jenis yang paling sering digunakan sebagai tanaman hias antara lain Guzmania dan Vriesea, dengan warna bunga mencolok seperti merah, kuning, dan oranye.
Tanaman ini mampu tumbuh subur di tempat bercahaya rendah karena aslinya hidup di bawah kanopi hutan. Bromeliad bisa menjadi pilihan menarik untuk memperindah kamar mandi atau area kerja Skandis yang minim sinar matahari.
6. Peace Lily
Peace lily tidak hanya cantik dipandang tetapi juga berfungsi sebagai pemurni udara alami. Tanaman ini dapat tumbuh hanya dengan bantuan pencahayaan dari lampu buatan.
Meskipun terlihat rapuh, peace lily sangat tangguh dan bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi ruangan. Namun, karena mengandung zat beracun jika tertelan, sebaiknya letakkan tanaman ini jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
7. Monstera
Monstera deliciosa memiliki daya tarik kuat berkat daun besar yang berlubang alami dan bentuk yang eksotis. Tanaman ini ideal untuk dekorasi rumah bergaya modern.
Meski lebih suka cahaya tidak langsung dalam intensitas sedang, monstera tetap dapat tumbuh di ruangan tanpa jendela apabila diberi dukungan lampu tanam. Letakkan monstera dalam pot besar agar menjadi fokus visual yang kuat di dalam ruangan Skandis.



