Banyak yang mengatakan, selingkuh baru bisa dikatakan “selingkuh” jika telah ada buktinya secara fisik. Padahal, selingkuh secara emosional tetaplah selingkuh. Sebab, Skandis tetap berkhianat dari pasangan resmi. Bahkan, tak jarang selingkuh emosional ini bisa berujung pada selingkuh secara fisik.
Nah Berikut Ini, Ada 16 Tanda Bahwa Kita Sudah Melakukan Selingkuh Emosional.
-
Pasangan Tak Ada Dalam Pikiran Skandis
Ketika Skandis menghabiskan waktu dengan orang di luar hubungan, pasangan tidak benar-benar muncul di pikiran. Nah, jika kita menghabiskan begitu banyak waktu dengan orang lain sehingga Skandis tidak memikirkan pasangan, artinya Skandis memasuki wilayah berbahaya. Sebab, itu adalah salah satu tanda terbesar dari perselingkuhan emosional.
-
Mudah Emosi Pada Pasangan
Apakah Skandis merasa kurang sabar dan lebih mudah tersinggung setelah baru saja bertemu dengan selingkuhan dan kembali ke pasangan? Jika iya, itu adalah tanda-tanda ketidakpuasan hubungan. Mungkinkah orang itu pelarian dari kehidupan nyata?
-
Kurangnya Keintiman Dalam Hubungan
Mungkin Skandis dan pasangan belum sempat menemukan waktu untuk terhubung secara emosional. Jika ini terjadi saat mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang lain, tandanya ada sesuatu. Memang, bukan hal yag harus dilakukan setiap hari agar hubungan bahagia, namun, jika kurang, bisa menjadi masalah.
-
Ingin Pasangan Tampil Beda
Apakah Skandis berharap pasangan tampil seperti “teman” baik saat atau sedang tidak bertengkar? Atau terkadang membandingkan mereka diam-diam atau tanpa sadar? Hati-hati, hal itu tidak baik loh.
-
Tahu Kalau “Teman” Tertarik Pada Skandis
Apakah ada ketegangan seksual antara Skandis dan orang lain itu? Jika Skandis tahu bahwa temanmu mempunyai perasaan padamu, dan Skandis tetap menghabiskan waktu dengan atau memikirkan dia, ada kemungkinan Skandis mulai mulai selingkuh secara emosional.
-
Menunjukkan Sisi Lemah Pada “Teman”
Memang tidak ada yang salah dengan memperlihatkan kelemahan pada seseorang di luar hubungan asmara. Namun saat Skandis menceritakan sesuatu yang bahkan tidak Skandis bagikan dengan pasangan, kemungkinan Skandis sudah memperlihatkan kerentanan dan sosok asli dirimu pada dia.
-
Bergosip Tentang Pasangan
Meski mungkin tidak berbahaya, kurang etis rasanya jika Skandis bergosip tentang pasangan pada seseorang yang mungkin menyukai Skandis kan?
-
Bersemangat Saat Bertemu Dengan Dia
Salah satu tanda terbesar bahwa Skandis mungkin terlibat dalam perselingkuhan emosional adalah ketika Skandis terlalu bersemangat untuk melihat orang itu sesering mungkin. Jika Skandis terlalu gembira atau merasakan buttferly in your stomach sebelum menghabiskan waktu dengan orang tersebut, bisa jadi perasaan Skandis tidak platonik. Hubungan platonik adalah hubungan di mana seoseorang memiliki ikatan yang cukup kuat, namun tidak memiliki ketertarikan seksual.
-
Merasa Berbeda Saat Bersama Dia
Apakah Skandis merasa berbeda di sekitar orang ini jika dibandingkan saat bersama teman-teman lain? Meski mungkin tidak tahu persis bagaimana perasaan itu, tetapi Skandis tahu bahwa itu berbeda. Atau, Skandis merasa lebih “dandan” saat akan bertemu dengan dia, dan tak ingin sampai pasangan tahu kalau Skandis chatting dengan orang itu? Jika iya, kemungkinan besar kita sudah selingkuh secara emosional.
-
Merasa Bersalah Pada Pasangan
Apakah Skandis merasa bersalah karena berteman dengan orang ini? Apakah Skandis merasa bersalah jika pasangan ingin menggunakan ponsel Skandis, karena Skandis khawatir dia akan melihat pesan dari orang tersebut? Rasa bersalah adalah tanda bahwa Skandis merasa melewati batas, bahkan meski Skandis tidak menyadarinya.
-
Merasa Dia Amat Memahami
Meski menyenangkan jika memiliki teman yang memahami, sebaiknya Skandis juga berpacaran dengan seseorang yang membuat Skandis merasakan itu. Sebab, jika Skandis merasa pasangan tidak memahami Skandis namun orang lain ini mengerti, artinya Skandis merasa ada hubungan yang unik dengan dia.
-
Mengurangi Kebersamaan Dengan Pasangan
Sejak orang ini memasuki pikiran dan kehidupan Skandis, maka Skandis mulai membatalkan kencan dengan pasanganmu, karena lebih nyaman berada di dekat orang itu.
-
Tidak Mengikuti Jam Persahabatan
Dulu, Skandis membatasi waktu untuk menghabiskan waktu dengan pasangan atau menghubungi teman pada waktu-waktu tertentu. Sudah seperti aturan tak tertulis saja. Namun, sekarang semuanya telah berubah dan bisa saja mengancam hubungan.
-
Terjebak Dalam Fantasi
Ini adalah salah satu tanda perselingkuhan emosional yang paling diabaikan tetapi mengkhawatirkan. Cobalah tanyakan pada diri sendiri apakah Skandis pernah menemukan diri melamun tentang orang ini? Lalu, apakah Skandis membayangkan bagaimana jadinya jika Skandis harus meninggalkan pasangan demi dia? Fantasi ini bisa menjadi sinyal bahwa Skandis sudah takut akan hubungan kehidupan nyata, yang berarti Skandis pun merasa bersalah karena selingkuh emosional.
-
Khawatir Pasangan Selingkuh
Jika merasa bersalah tentang hubungan dengan orang lain, tetapi Skandis menuduh pasangan selingkuh, ini adalah hal klasik. Melakukan hal ini mungkin membantu Skandis meringankan rasa bersalah, meski hanya memperburuk keadaan.
-
Pasangan Merasa Skandis Berubah
Apakah pasangan Skandis baru-baru ini memberi tahu bahwa Skandis tampak lebih bahagia ketika berada di dekat orang lain ini? Atau, bahwa Skandis lebih sering marah pada kekasihmu? Setiap perubahan dalam kepribadian atau perilaku yang diperhatikan pasangan akan mengingatkan Skandis bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan dirimu. Jika sudah begini, maka saatnya untuk lebih mendalami perasaan, hubungan, dan persahabatan, serta membuat beberapa keputusan penting tentang hidup Skandis.



