Hello Skandis!
Banyak orang memilih tinggal di apartemen karena alasan kepraktisan. Dan dengan semakin banyak berkembangnya properti hunian apartemen, juga semakin banyak tumbuhnya bisnis-bisnis yang dilakukan di hunian vertikal ini.
Menurut I Putu Surya Negara, konsultan bisnis dari Access One Indonesia menyatakan bahwa kunci sukses berbisnis di apartemen adalah harga yang ditawarkan harus lebih murah dari harga mal. Karena peluang bisnis di area apartemen terbilang menguntungkan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya, seperti penyedia jasa laundry, rumah makan, dan minimarket.
I Putu Surya menyarankan, sebelum masuk ke sana, ada baiknya melakukan riset. “Cari tahu profil umum penghuninya. Yang paling bisa Skandis lihat adalah harga unitnya. Lalu cari tahu bisnis yang sudah beroperasi di sana. Dengan begitu, Skandis jadi tahu keinginan dan kebutuhan para penghuni. Kalau apartemen tersebut baru akan dibangun, Skandis bisa mencari tahu dengan berbincang dengan staf sales atau calon penghuni yang datang,” kata I Putu Surya.
Menurutnya, untuk memperluas segmen hingga ke luar lingkungan apartemen agak sulit, karena apartemen adalah lingkungan eksklusif. Kalaupun ingin memperluas pasar, bisa dengan layanan delivery order untuk melayani pesanan di lingkungan sekitar apartemen. Selain itu, bila apartemen berada di lokasi strategis, bisa dipikirkan bisnis secondary, seperti kedai kopi atau salon.
Dibandingkan mal, membuka bisnis di apartemen harus jeli membaca segmen. “Mal mengandalkan traffic, segmennya beragam, sewanya juga lebih mahal, dan persaingannya tinggi. Jadi, harus kuat diferensiasinya. Sementara apartemen, biasanya kebutuhannya basic saja. Kalau bisnisnya rumah makan, tuntutannya adalah enak, kenyang, dan murah. Kalau ada pesaing, kreativitas barulah dibutuhkan,” jelasnya lagi.
Keuntungan lain, di apartemen, kalau sudah ada satu bisnis, jarang orang mau membuka bisnis yang sama. Tapi I Putu Surya menjelaskan, ada tuntutan di apartemen. yakni harga harus lebih murah dibanding mal, karena di mal ada unsur lifestyle. Walau sama-sama salon dari franchise yang sama, misalnya, harga di apartemen harus lebih murah.
Promosi tetap diperlukan di saat awal. Misalnya, membuat brosur, memasang pengumuman di media penghuni, dan memberikan diskon. “Biarkan penghuni merasakan dulu. Yang tak kalah penting adalah memilih bisnis yang sesuai passion. Jadi, kalau Skandis buka rumah makan, Skandis tak terlalu kecewa kalau ternyata kurang laris, karena paling tidak Skandis sudah menyalurkan hobi Skandis memasak,” sarannya.
Baca Juga: 7 Kesalahan Dalam Memilih Ruko Tempat Usaha
Baca Juga: Penting Untuk Mengetahui Tips Sebelum Berinvestasi Emas



