Hello Skandis!
Membangun bisnis di era digital memiliki tantangan tersendiri. Namun, jika Skandis mampu menemukan ide bisnis digital yang tepat dan membangunnya dengan langkah yang benar, bukan mustahil Skandis akan mampu mencapai hasil terbaik.
Lalu, apa saja bisnis era digital yang menjanjikan di tahun 2022 ini? Pilihannya banyak sekali, namun Skandis tidak perlu melakukan riset sendiri. Di artikel ini, kami telah merangkumnya untuk Skandis.
Namun, sebelum membahasnya lebih lanjut, mari kita pelajari terlebih dahulu apa itu bisnis digital dan juga keunggulannya.
Apa itu Bisnis Digital?
Bisnis digital adalah jenis usaha yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk menciptakan atau memasarkan suatu produk.
Oh ya, bisnis digital bukan cuma tentang produk digital seperti software, atau produk fisik yang dikemas dalam bentuk digital seperti ebook (buku elektronik).
Jadi, semua jenis usaha yang menjual produknya secara online, baik melalui website atau aplikasi termasuk dalam kategori bisnis digital. Ecommerce adalah salah satu contohnya.
Produk bisnis digital bisa berupa barang ataupun jasa. Sebagai contoh, jika Skandis memiliki kemampuan dalam memberikan motivasi pengembangan diri, Skandis bisa menjadi seorang motivator online yang sukses. Keahlian ini bisa menjadi inti bisnis digital yang Skandis tekuni.
Pada prakteknya, banyak sekali contoh bisnis digital yang terbukti mampu menghasilkan omset yang menggiurkan. Salah satu contohnya, Ade Iskandar. Ialah sosok di balik sukses datangya.com, sebuah website yang menawarkan jasa pembuatan undangan online.
Ide yang dimiliki sungguh kreatif, yaitu berawal dari keinginan untuk mengurangi penggunaan kertas undangan yang pada akhirnya terbuang sia-sia. Bagaimana tanggapan masyarakat tentang bisnis ini? Sangat baik! Hingga saat ini, jumlah undangan yang telah terkirim mencapai 190 ribu.
Pesan yang bisa Skandis ambil adalah siapa saja bisa terjun di bisnis digital dan peluang bisnisnya masih terbuka lebar. Skandis bisa saja menjadi sosok sukses berikutnya.
Ini Dia 13 Ide Bisnis Digital Terbaik
Baiklah. Mari kita masuk ke daftar 13 ide bisnis digital yang bisa Skandis coba di tahun 2022:
1. Membangun Toko Online
Membangun toko online adalah membuat sebuah website atau platform sebagai sarana bagi transaksi pembelian produk secara online.
Karena potensi bisnis ecommerce yang besar di Indonesia, berjualan online merupakan salah satu ide bisnis digital terbaik.
Skandis mungkin langsung membayangkan platform ecommerce seperti Tokopedia, bukan? Skandis tidak salah. Namun, ada satu hal yang perlu Skandis ingat: membangun toko online Skandis sendiri adalah pilihan bijaksana. Apa saja kelebihannya?
Pertama, toko online Skandis akan tampil beda. Baik dari sisi branding maupun kepercayaan pelanggan. Skandis bisa dengan leluasa mengatur bagaimana produk akan ditampilkan. Selain itu, kemampuan mengelola toko online dengan baik menunjukkan Skandis seorang penjual yang berpengalaman. Kesan ini kurang bisa muncul ketika bergabung ke marketplace.
Kedua, Skandis tidak tergantung dengan pihak lain. Dengan memiliki toko online sendiri, Skandis memiliki kendali penuh untuk menyelesaikan setiap permasalahan mungkin muncul. Selain itu, Skandis juga bisa mengembangkan bisnis Skandis sesuai yang Skandis rencanakan.
Ketiga, membuat toko online Skandis sendiri itu mudah. Tanpa keahlian pemrograman pun Skandis mampu membuat sebuah toko online yang profesional. Saat ini, sudah banyak platform manajemen konten dengan menggunakan WordPress hosting yang memudahkan pembuatan website bahkan bagi pemula sekalipun.
2. Menekuni Bisnis Afiliasi
Afiliasi adalah kegiatan memasarkan barang milik orang lain dengan imbalan berupa komisi.
Secara singkat, cara kerja afiliasi terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, Skandis mendaftar pada sebuah program afiliasi dan kemudian mendapatkan kode referal atau tautan khusus. Kedua, Skandis memasarkan produk tersebut menggunakan website atau media sosial Skandis. Ketiga, pada saat ada pembeli yang menggunakan kode yang Skandis berikan atau mengikuti tautan yang Skandis sarankan, Skandis akan mendapatkan bagi hasil pendapatan.
Jika Skandis menekuni bisnis digital ini dengan baik, Skandis bisa saja meraih kesuksesan seperti halnya Hadi Hartono dan Pat Flynn. Di halaman websitenya, Pat Flynn menyebutkan penghasilan dari bisnis digitalnya mencapai angka $2 juta. Luar biasa!
Ada banyak sekali program afiliasi yang bisa Skandis ikuti, seperti Amazon Affiliate yang menjual produk internasional untuk pelanggan global. Niagahoster sendiri memiliki program afiliasi yang bisa Skandis pelajari lebih lanjut di panduan ini.
3. Menjadi Seorang Youtuber
Berapakah penghasilan yang bisa didapatkan dengan menjadi seorang YouTuber? Rp. 43 miliar setahun!
Ya, Skandis tidak salah dengar. Ria Ricis adalah nama YouTuber dengan penghasilan tersebut. Ketekunannya dalam menyajikan konten yang menarik di akun YouTubenya membuatnya memiliki hingga 17 juta subscriber.
Mengelola akun YouTube dengan berbagai konten yang unik terbukti bisa menjadi sebuah bisnis digital yang menjanjikan.
Satu hal yang menarik dari YouTube adalah setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih sukses yang sama. Skandis hanya perlu memikirkan apa yang menjadi keahlian Skandis dan juga menarik untuk dijadikan konten.
Dari manakah penghasilan yang Skandis dapatkan? Bisa dari iklan atau dari review berbayar yang Skandis lakukan.
4. Menjajal Bisnis Dropship
Dropship adalah bisnis digital yang memungkinkan Skandis menjual suatu produk tanpa memikirkan gudang dan pengiriman barang. Jadi, Skandis cukup mengSkandislkan kemampuan menjual Skandis saja.
Inilah yang paling membedakan antara dropship dengan reseller.
Selain itu, dropship juga berbeda dengan afiliasi. Di bisnis affiliasi, tugas Skandis adalah seorang marketer yang menawarkan suatu produk, di bisnis dropship, Skandis benar-benar menjual barang tersebut dan menerima uang dari pembeli.
Keuntungan bisnis dropship berasal dari selisih uang yang Skandis terima dari pembeli dengan jumlah uang yang Skandis bayarkan kepada produsen barang.
Satu hal yang paling unik dari dropship adalah produsen lah yang bertugas mengirimkan barang kepada konsumen.
Singkatnya, dropshipper bertugas sebagai penghubung antara penjual dan pembeli barang.
Alasan dropshipping bisa menjadi bisnis digital yang menarik adalah Skandis bisa memulainya tanpa modal dan menentukan sendiri produk apa yang ingin Skandis jual.
5. Menjadi Blogger Terkenal
Skandis tentu mengenal sosok Raditya Dika, seorang penulis buku dan pemain film. Perjalanan suksesnya diawali dengan menulis di laman blog pribadinya saat itu: kambingjantan.com.
Jika Skandis sudah memiliki blog, pastikan Skandis memiliki konten menarik yang mampu mendatangkan pengunjung. Jika belum, Skandis bisa membuatnya terlebih dahulu dengan mengikuti panduan lengkap membuat blog.
Langkah selanjutnya yang perlu Skandis lakukan adalah menjadikan blog Skandis tersebut sebagai sumber penghasilan. Caranya? Skandis bisa menyewakan space (ruang) di blog Skandis untuk iklan seperti yang dilakukan oleh blogger terkenal, Iwan Banaran.
Jika Skandis ragu menjadikan blog sebagai bisnis digital Skandis, cerita sukses para blogger Indonesia ini mungkin bisa menginspirasi Skandis.
6. Menjadi Instagram Influencer
Jika Skandis pengguna Instagram dengan jumlah follower yang cukup banyak, menjadi seorang influencer bisa jadi sebuah peluang yang menjanjikan.
Mari kita melihat sosok MgdalenaF. Ia rajin membuat konten di Instagram ketika tengah mencicipi makanan di salah satu restoran. Cara penyampaian yang menarik dan pilihan makanan yang super pedas membuat banyak orang tertarik. Hasilnya, jumlah follower yang mencapai 1,4 juta pengguna.
Di tahap awal, Skandis cukup fokus pada kualitas konten yang Skandis hasilkan. Jika jumlah follower Skandis meningkat, bisa saja datang tawaran kerjasama dari pihak baik dengan melakukan posting iklan produk maupun melakukan review berbayar.
7. Menulis Konten Digital
Skandis memiliki keahlian menulis? Dengan keahlian tersebut, Skandis bisa menghasilkan banyak uang di era digital saat ini.
Banyak sekali website yang bersedia membayar Skandis untuk sebuah tulisan yang berkualitas. Untuk level global dengan menggunakan bahasa Inggris, pilihannya antara lain WritersWeekly. Untuk Indonesia, portal berita seperti BaBe menawarkan kesempatan yang serupa.
Namun, jika Skandis memiliki sebuah blog yang memiliki pengunjung cukup banyak, Skandis bisa menawarkan keahlian Skandis di blog tersebut. Semakin menarik blog Skandis, semakin besar kemungkinan tawaran pekerjaan untuk menulis konten.
8. Mengajar Online
Kemajuan teknologi informasi telah menjangkau dunia pendidikan. Sebelumnya, Skandis harus pergi ke tempat kursus untuk mendapatkan ilmu baru. Di era digital ini, kursus online telah menjadi fenomena. Di sisi bisnis, ini adalah peluang bagus.
Bagi Skandis yang memiliki keahlian mengajar, bisnis digital ini layak Skandis coba.
Berbagai platform menawarkan peluang untuk mendapatkan penghasilan dengan mengajar online seperti Udemy atau RuangGuru. Akan tetapi, Skandis bisa membangun kursus online Skandis sendiri.
Caranya, Skandis bisa membangun sebuah website yang didukung dengan sistem pembelajaran terintegrasi atau yang lebih dikenal dengan LMS (Learning Management System).
Jika Skandis menggunakan WordPress, banyak tools yang bisa membantu Skandis membuat website kursus online dengan mudah.
9. Menawarkan Jasa Pembuatan Website
Jika Skandis seorang developer, kemampuan Skandis membuat website yang menarik bisa menjadi bisnis digital yang potensial.
Saat ini kebutuhan akan website semakin meningkat, baik untuk instansi pemerintah, perusahaan, maupun individu.
Walaupun banyak cara untuk dapat membuat website dengan mudah, untuk kustomisasi yang lebih rumit, diperlukan keahlian pemrograman tingkat lanjut yang hanya dimiliki oleh seorang web developer.
Selain potensial, bisnis ini memungkinkan Skandis bekerja dari rumah atau dari tempat manapun yang Skandis sukai. Jika Skandis punya resource yang cukup, Skandis bahkan bisa saja membuat digital agency.
Jika Skandis melakukannya sendiri, Skandis bisa memanfaatkan berbagai platform untuk para pekerja lepas (freelancer) seperti Freelancer. Namun idealnya, Skandis bisa menggunakan blog Skandis sebagai sarana menawarkan jasa tersebut.
Tentunya dengan didukung oleh portofolio hasil pekerjaan Skandis sehingga membuat calon klien Skandis semakin tertarik.
10. Membuat Aplikasi Mobile
Saat ini jumlah pengguna mobile di Indonesia mencapai 350 juta jiwa. Sungguh sebuah pasar yang potensial!
Jika Skandis memiliki keahlian membuat aplikasi mobile, baik untuk platform Android atau Apple, Skandis bisa mencoba menekuni bisnis digital ini. Kembangkan kemampuan Skandis agar mampu membuat aplikasi yang menjadi solusi bagi banyak orang seperti halnya Gojek.
Tipsnya, pelajari potensi pasar dan temukan gap of the market, yaitu ranah bisnis yang belum digarap oleh siapapun. Jika Skandis menjadi orang yang pertama terjun di bidang tersebut tentu saja Skandis akan berpeluang memperoleh peluang usaha yang sangat besar.
Jika Skandis tertarik dengan bisnis aplikasi mobile, Skandis bisa mencoba menekuni AdMob. Silakan pelajari lebih lanjut tentang Panduan AdMob secara lengkap.
11. Menjual Produk Digital
Produk digital adalah sebuah produk yang tidak memiliki bentuk fisik dan dijual secara online. Contoh produk digital antara lain ebook, video, audio, dll.
Jika Skandis memiliki kemampuan bermusik yang baik dan mampu menghasilkan sebuah lagu yang berkualitas, Skandis bisa menjual karya Skandis tersebut. Website yang bisa membantu Skandis menjual karya musik online antara lain tunecore dan songcast.
Atau jika Skandis seorang penulis buku, Skandis bisa menjual buku elektronik Skandis di Amazon atau Apple Book.
Tentu saja, Skandis bisa dengan mudah menjual produk digital tersebut di website Skandis sendiri. Selain tidak perlu ada bagi hasil, Skandis bebas menentukan model bisnis, tarif dan cara promosinya.
12. Konsultan SEO
SEO (Search Engine Optimization) adalah upaya mendapatkan posisi terbaik di mesin pencari.
Bagi sebuah website, terutama yang bertujuan bisnis, peran SEO sangatlah penting. Alasan pertama, hampir setiap orang mengSkandislkan mesin pencari sebelum membeli sebuah produk. Selain itu, SEO juga efektif untuk mendatangkan pengunjung website tanpa mengeluarkan biaya, yaitu dari organic traffic.
Jika Skandis menguasai teknik SEO yang baik, Skandis bisa menjadi konsultan SEO untuk membantu website klien Skandis merajai mesin pencari. Walaupun konsultan SEO di Indonesia sudah cukup banyak, peluang bisnisnya masih terbuka lebar.
13. Menjadi Seorang Podcaster
Podcast adalah konten audio yang bisa diakses secara online dan bersifat on-demand (sesuai permintaan). Podcaster adalah orang yang membuat konten audio tersebut.
Berbagai platform bisa Skandis manfaatkan untuk menjajal dunia podcasting antara lain Anchor dan Spotify.
Jika Skandis mampu menemukan niche yang tepat, Skandis bisa saja meraih kesuksesan seperti Iqbal Hariadi dengan channel Subjective-nya.
Tidak perlu kuatir, membuat channel podcast Skandis sendiri tidaklah sulit. Jika Skandis bingung harus memulai dari mana, silakan ikuti panduan tentang podcast kami.
Kelebihan Bisnis Digital
Jika Skandis masih ragu untuk terjun ke dunia bisnis digital, berikut ini beberapa keunggulan yang dapat Skandis jadikan pertimbangan:
1. Pilihan yang Beragam
Perkembangan teknologi diprediksi belum akan berhenti bahkan hingga beberapa dekade mendatang. Artinya, masih banyak inovasi yang bisa dihasilkan sebagai peluang usaha. Skandis hanya perlu cermat mengamati kebutuhan pasar dan menciptakan produk yang dibutuhkan masyarakat.
2. Jangkauan Pasar yang Luas
Jika Skandis menggeluti bisnis digital yang dijalankan secara online, pangsa pasarnya tentu akan lebih luas. Hal ini karena Skandis tetap bisa menjalankan bisnis tersebut di mana pun Skandis berada, selama 24 jam. Hal ini tentu bergantung dengan bisnis yang Skandis geluti.
3. Bertujuan Jangka Panjang
Pengguna internet di Indonesia terus meningkat, mencapai 171 juta jiwa di tahun 2018 lalu. Itulah alasan mengapa banyak perusahaan melakukan transformasi digital, untuk meraih potensi besar tersebut. Tidak hanya itu, bisnis digital juga merupakan upaya untuk membangun identitas online yang bertujuan jangka panjang. Skandis tentu menyadari bahwa Skandis akan ketinggalan jika tidak turut ambil bagian.
4. Memberikan Kenyamanan kepada Pelanggan
Di tengah kesibukan menjalankan rutinitas, sebagian orang mungkin tidak sempat pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu. Bisnis digital mampu memberikan solusi untuk permasalahan ini. Ya, bisnis digital menawarkan kenyamanan yang lebih kepada pelanggan.
Misalnya, Skandis bisa membeli novel kesukaan Skandis dalam bentuk digital secara online. Selain tidak perlu repot ke toko buku, Skandis cukup membuka handphone untuk membaca novel tersebut. Praktis, bukan?
5. Potensi Penghasilan Tanpa Batas
Inilah yang terpenting. Bisnis digital yang dipasarkan secara online memiliki potensi penghasilan tanpa batas. Bayangkan jika pelanggan Skandis berasal dari seluruh dunia. Tentu omset penghasilan Skandis akan semakin berlipat ganda.
Hal Utama yang Perlu Disiapkan
Nah, jika berbagai keunggulan di atas membuat Skandis tertarik menggeluti jenis bisnis ini, lalu apa saja yang perlu Skandis siapkan?
1. Pemilihan Niche Yang Potensial
Niche adalah jenis bisnis yang ingin Skandis geluti secara spesifik. Kejelian Skandis dalam melihat peluang pasar turut menentukan niche yang Skandis pilih. Beberapa niche memiliki potensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari yang lain.
Namun, Skandis juga bisa memulainya dari dalam diri Skandis sendiri, yaitu terkait dengan keahlian yang Skandis miliki. Misalnya, jika Skandis gemar mencicipi berbagai makanan lezat, review makanan mungkin bisa jadi niche Skandis.
2. Waktu Untuk Mengembangkannya
Skandis mungkin pernah mendengar peribahasa “Kota Roma tidak dibangun dalam semalam” kan? Dalam bisnis, hal ini juga berlaku. Beberapa ide bisnis digital yang Skandis geluti bisa saja tidak menunjukkan hasil di minggu pertama. Kesabaran Skandis adalah kuncinya.
Selain itu, perhitungkan dengan baik investasi waktu yang telah Skandis berikan dengan potensi keuntungan yang akan Skandis terima.
3. Memiliki Sebuah Website Yang Menarik
Ide bisnis digital memerlukan kehadiran sebuah website yang tidak hanya mendatangkan pengunjung, tapi juga menghasilkan transaksi penjualan. Untuk membuat website, Skandis perlu menyewa hosting dan membeli sebuah domain sesuai jenis bisnis Skandis. Setelah memiliki website Skandis akan mampu memasuki bisnis digital untuk jangka panjang dengan lebih percaya diri.
Manakah Bisnis Digital Skandis?
Bisnis digital adalah bisnis yang masih potensial.
Beragam pilihan ide bisnis juga telah kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan. Tentu Skandis bisa menemukan bisnis Skandis sendiri. Kuncinya adalah menentukan bisnis yang sesuai dengan kemampuan Skandis dan memiliki prospek bisnis yang baik.
Semoga artikel ini mampu membantu Skandis dalam mengambil keputusan ya? Mari mulai langkah awal membangun bisnis Skandis. Sukses untuk Skandis!



