Hello Skandis! Dilansir dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) Kota Tangerang mencatat pertumbuhan investasi di Kota Tangerang bergerak pada tren positif dengan surplus mencapai 28%. Ditargetkan tren positif tersebut bisa berlanjut pada tahun 2022 dengan angka rencana pembangunan jangka menengah daerah ( RPJMD ) sebesar Rp9,2 triliun.
Kata Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Dedi Suhada “Alhamdulillah pada tahun 2021 target RPJMD kita Rp8,7 triliun, namun bisa melampauinya hingga Rp11,7 triliun. Harapannya pada 2022 ini bisa mencapai target atau bahkan bisa melampaui angka tahun kemarin.”
Dedi mengaku optimistis pihaknya dapat mencapai pertumbuhan investasi yang diharapkan pada tahun ini. Hal itu terlihat dari kondisi pada awal 2022 ini yang mulai bermunculan perusahaan-perusahaan yang mengurus permintaan izin investasi di Kota Tangerang.
“Ini masih awal 2022 ya sebenarnya, namun kalau kemarin sempat diskusi dan melihat permohonan perizinan sudah ada Pengembang properti yang sudah mengajukan perizinan” ujarnya lagi.
Menurut penuturan Dedi, hingga awal 2022, sektor yang mendominasi investasi di Kota Tangerang beragam. Di antaranya sektor Properti, kawasan industri dan perkantoran, transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Dia mencontohkan wilayah yang cukup tumbuh investasi propertinya yakni di Kecamatan Cikokol, Cibodas dan Cipondoh. Untuk memperlancar kegiatan investasi, Dedi mengatakan pihaknya memberikan kemudahan kepada investor dalam proses kegiatan investasi.
Proses investasi dapat dilakukan secara online melalui online single submission risk based approach (OSS-RBA). Selain itu juga tersedia help desk dan investment lounge di kantor DPMPTSP.
Dedi menuturkan, pihaknya turut berkolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk membuat iklan ihwal peluang investasi di Kota Tangerang. Dengan sejumlah upaya yang dilakukan, dia berharap investasi di Kota Tangerang dapat terus tumbuh dan kian merata.
Kenaikan Harga Properti di Jabodetabek Tertinggi, Wilayah Tangerang Capai 24,5%
Kota Tangerang, Provinsi Banten, menjadi salah satu daerah di Kawasan Jabodetabek yang pasar propertinya diperkirakan bakal terus bertumbuh seiring dengan arus urbanisasi yang sangat cepat.
Nah, pemerintah mengungkapkan masyarakat Indonesia akan makin sulit memiliki hunian. Hal ini dikarenakan harga rumah setiap tahun mengalami kenaikan. Tak hanya itu, pemicu lainnya kenaikan harga tanah yang menjadi pokok sektor perumahan bisa membuat generasi muda semakin sulit membeli hunian pribadi baik apartemen maupun rumah tapak.
Harga Properti memang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Penyebab harga Properti selalu naik diantaranya terjadinya inflasi, ketersediaan tanah yang tak pernah bertambah, sementara jumlah penduduk terus bertambah dan kenaikan harga bahan bangunan.
Harga properti dalam tiga tahun terakhir meningkat 10%. Walaupun sempat mengalami perlambatan akibat pandemi pada 2020-2021, tapi tren peningkatan harga kembali berlanjut pada 2022 dengan kenaikan 5% secara tahunan.
Tingkat kenaikan harga terjadi lebih besar lagi di area Jabodetabek, kenaikan harga mencapai 11,5 persen di Tangerang Selatan, 24,5 persen di Kabupaten Tangerang, 8,5 persen di Kabupaten Bogor, dan 7,5 persen di Kota Depok terutama didorong oleh area-area idaman yang menjadi incaran pencari rumah.
Dilihat dari pemaparan diatas membuktikan bahwa investasi dalam bentuk properti memang sangat menjanjikan karena harga bangunan ataupun tanah sudah dipastikan akan terus naik setiap tahunnya.



