Kota tangerang, Selasa, 30 Juli 2019

Suku bunga acuan turun, tingkatkan penjualan sektor properti

Maraknya pembangunan infrastruktur di wilayah penyangga Jakarta seperti di Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang dinilai memicu pertumbuhan properti di kawasan tersebut. Pembangunan empat proyek jalan tol sepanjang 65,52km misalnya, kehadiran tol yang mencakup Tol Serpong – Balaraja, Tol Cinere – Serpong, tol Kunciran – Serpong dan Cengkareng – Batu Ceper - Kunciran yang memiliki nilai investasi mencapai 14,37 triliun ini, pasalnya membuat mobilitas konsumen properti meningkat dari kawasan Tangerang ke wilayah sekitarnya, terutama ke Jakarta. Di luar keempat proyek tersebut, kawasan Tangerang masih dirajut pula oleh sejumlah infrastruktur tol lainnya seperti Tol Merak- Jakarta dan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 1 dan 2. Juga proyek pembenahan akses-akses jalan protokol seperti rencana Pemkot terhadap pembangunan flyover yang melewati stasiun Poris dengan dana yang diperkirakan mencapai 30 miliar rupiah.  

Sementara secara global, dengan diturunkannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia, nilai rupiah semakin menguat hingga berada di angka Rp 13.960 per dollar AS atau sebesar 0,16 persen. Kebijakan ini ditempuh tentu bukan lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Faktor – faktor ini yang membuat pengembang juga semakin percaya diri. “Dengan kebijakan BI ini, yang berimbas secara langsung terhadap properti adalah turunnya bunga KPR. Ini otomatis meningkatkan peluang penjualan. Angka average selling 15 unit kami pun, telah tembus pada pertengahan bulan ini,” ungkap Sugiyanto Lie, Direktur Skandinavia apartement, pada Open House 27/07.

Lebih dari 55 unit di Skandinavia telah dihuni dan ditempati. Permintaan untuk sewa juga semakin meningkat setiap harinya. Menjadi bukti bahwa kebutuhan pasar untuk berhuni dan berinvestasi di kawasan ini semakin baik. “Kami memiliki Host by TC Property, Host ini berperan untuk membantu para pemilik dalam menyewakan unitnya. Nominal sewa sangat baik mulai dari 4 hingga 7jutaan per bulannya tergantung luasan unit yang dimiliki, dan sudah lebih dari 10 unit yang aktif tersewa,” jelas Sugi. “Akses sudah tak dipungkiri sangat mudah dan strategis, banyak penyewa dari maskapai yang bergabung dengan kami. Sesuai dengan prediksi kami saat awal proyek ini dijalankan,” tambahnya. 

Sementara itu pengembang juga tak putus meluncurkan penawaran menarik untuk menghabiskan penjualannya seperti potongan diskon yang masih mencapai 5% untuk Cash Keras, dan dapat dicicil hingga 18 kali. (red.)